Sabtu, 14 Juli 2012

Mengimami Para Jin

Cerita ini nyata pernah kejadian ni, guys. Di sebuah kota kecil di daerah Jawa Barat.. Sebut aja nama kotanya Las Vegas (nama daerah disamarkan). Daerah ini meskipun Cuma kota kecil, tapi tingkat ekonomi masyarakatnya maju pesat. Ini juga kali yang bikin orang-orangnya mulai lupa daratan.

Adalah Ivan, seorang karyawan mini market yang baru pindah ke Las Vegas. Doi ngekost di pinggiran kota ini. Ivan ini meskipun masih muda dan ganteng, tapi doi relijius loh. Dia ga pernah sekalipun ninggalin sholat.
Bukan Cuma rajin sholat, tapi doi sholatnya selalu di mesjid. Nah, kebetulan kost-an si Ivan ini lumayan deket dari mesjid. JENGJENG!!!! *belum wooyy!!!*

Senin, tanggal sekian bulan sekkan jam 4.30 pagi. Pagi-pagi buta Ivan udah bangkit dari ranjangnya. Ini hari pertama dia tinggal di kost-an barunya, jadi belum banyak orang yang doi kenal.

Masih dalam keadaan setengah ngantuk, Ivan bergegas siap-siap. Mau kemana coba? Ya ke mesjid laah. Gue kasi tau ya, dia mau sholat subuh!! Sst, rahasia!!

Jarak kost-an Ivan ke mesjid ini lumayan deket emang. Cuma, doi harus ngelewatin pematang sawah gitu. Kira-kita jauhnya 100 meteran lah. Gelap

Dengan semangat, Ivan melangkahkan kakinya menyusuri jalan setapak. Dia emang selalu keliatan semangat kalo mau ngapelin Sang Pencipta Hari gini ya, jari aja kebanyakan buat ngitung jumlah jiwa-jiwa muda yang rajin ibadah. Apalagi sholat subuh di mesjid. *nusuk*

Di jalan aman, guys. Doi ga ketemu ‘sesuatu’ apalagi ‘sesuatu banget yah’ (-,,-) ß itu emot syahrini waktu masih SMU, lol! Sampe di mesjid, Ivan clingak clinguk. Bukan mau nyolong benda terkutuk lo yah. Doi nyari tempat wudhu.

Setelah ketemu, doipun buru-buru wudhu dan masuk ke mesjid. Mesjidnya ini lumayan gede lo, guys. Tapi sayang, kurang keurus. Wallpapernya kusem Karpetnya pada lusuh. Jam dindingnya mati. Debu di teras tebel. Padahal perumahan warga banyak disitu, tapi mesjid ini seperti haus pengunjung.

Ivan berdecak. Bukan kagum, tapi prihatin. Mesjid segede ini ga ada yang ngurus. Orang-orang udah pada lupa diri, gumamnya.

Ivan cuma sendirian di situ, guys. Dia memang ga berharap terlalu banyak buat sholat berjamaah. Sama sekali ga ada tanda-tanda bakal ada yang dateng lagi. Ivanpun melantunkan adzan. suaranya cukup lantang, tapi ga pake pengeras suara. Suaranya merduuu banget. Ayu ting ting aja kalah dah.

Abis adzan, Ivanpun sholat sunnah. dia masih sendirian. Sebenernya dia agak-agak sungkan alias merinding juga sih sendirian disitu. Maklum suasanya suram. Peneranganpun cuma lampu-lampu kuning jadul. Itu juga paling cuma setengah watt. *ngantuk aja nyampe 5 watt kan yah*

Abis sholat sunnah, Ivanpun qomat. Sesaat sebelum sholat, doi sempat clingak clinguk ga karuan. Yah, siapa tau ada orang datang buat diajak berjamaah. Keukeuh. Dunia emang udah mau kiamat. Kalo ga ada Ivan, itu rumah Allah asli bener-bener nganggur, ga ada seorangpun yang ngunjungin, terutama subuh.

“Allahu akbar..” Ivan memulai sholat utamanya. Dia berdiri di shaf paling depan. Sendiri. Hening. Dingin.

Karena sholat subuh, Ivan sedikit menyaringkan bacaan sholatnya ketika masuk Al-Fatihah. Suaranya menggema. Syahdu. Merdu. Penuh rindu. Sampai pada waktunya Ivan melafadzkan ayat Al-Fatihah yang terakhir, alangkah terkejutnya Ivan mendengar sahutan : “ AAAMIIIIIN…”
SAHUTAN ITU TERDENGAR BEGITU MENGGEMA MEMENUHI RUANGAN. SANGAT RAMAI !!!!

Ivan mendengar suara itu begitu jelas, begitu nyalang dan meraung. Kuping Ivan bak disengat listrik mendengar sahutan itu!! Dia sangat yakin tadi dia sendirian! Kalaupun ada orang datang, pasti terdengar suara langkah kaki ato semacamnya. Tapi ini nggak!!!

Ivan bergidik! Kakinya tiba-tiba terasa kaku. Semua konsentrasinya hilang ditelan ketakutan. Bibirnya bergetar. Matanya terpejam! Dia merinding! Belum pernah dia mendengar sehutan seramai itu. Mungkin jumlahnya ribuan! Ivan layaknya sedang menjadi imam di Masjidil Aqsa ato Ka’bah. Ivan masih berdiri terpaku. Dia belum melanjutkan ke surah berikutnya. Dia masih shock!! Matanya masih terpejam kuat!

Tapi Ivan stand up! Dia berusaha kuat. Dia harus melanjutkan sholatnya. Dia yakin ini pertanda baik. ‘Mereka’ cuma mau menjadi makmumnya, batinnya. Mungkin karena Ivan masih terlalu muda dan labil untuk memahami kejadian ganjil yang dialaminya. Padahal Rasulpun pernah mengalami hal serupa.

Kondisi Ivan semakin stabil. Diapun melanjutkan sholatnya. Dia kembali menyaringkan suaranya. Tapi kali ini sudah ga terdengar merdu. Pun di rakaat kedua, guys. Lagi-lagi sahutan itu melolong. Sangat ramai dan riuh. Sesaat tenggorokan Ivan tercekat mendengarnya! Tapi kali ini dia lebih tegar. Suara bacaan yang dia lafadzkanpun mulai kembali terdengar merdu. Jantungnya masih berdebar.

Sampai pada posisi duduk tahiyat akhir, Ivan segera menyelesaikan sholatnya. Di sela konsentrasinya yang memang udah terpecah dari awal, dia sempat berfikir untuk mengetahui sosok makmum yang mengiringi sholatnya, guys!

Dan dia tahu rasa penasarannya akan segera terjawab pada posisi salam. Dia berniat akan membuka matanya saat kepalanya menengok. Saat yang ditunggupun tiba, “Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..” Kepala ivan menengok ke kanan, matanya setengah terbuka!!
Jantung Ivan terhenyak melihat penampakan sosok-sosok makmumnya!!

Sosok-sosok itu ternyata terlihat begitu besaaarr dan tinggi!!! Jelas saja mereka bukan manusia. Postur tubuh mereka 10x lipat lebih besar!!

Ya guys!! Ukuran mereka 10x lebih besar dari tubuh Ivan. Posisi duduk mereka yang berjejer begitu rapih seolah-olah hendak menerkamnya!

Semuanya berjubah putih. Meski begitu, wajah mereka terlihat sangat menyeramkan. Janggut tebal menjuntai. Warna kulit terlihat gelap. Mata mereka terlihat melotot dengan ekspresi tajam. Kulitnya penuh keriput besar dngan bekas codet yang ga beraturan di sekitar mukanya. Sekilas hampir terlihat mirip makhluk jeeper creepers, guys! Bener-bener menyeramkan!

Ivan bergidik. Tiba-tiba dia ngerasain tubuhnya lemas. Nafasnya sesak. Jantungnya berdebar hebat. Diapun roboh.

Next day. Ivan bener-bener ga bisa ngelupain kejadian itu. Setelah siuman dari pingsannya kemarin, dia langsung bergegas menelpon ayahnya di kampung. Dia bener-bener pengen tau apa yang sebenarnya dia alami.

“Nak, mereka itu adalah jelmaan malaikat dan jin-jin Islam” Terang ayahnya. “Sebenarnya kamu beruntung bisa menjadi imam mereka..”

“Tidak semua orang bisa mengalami hal yang kamu alami, nak. Bahkan seorang ustadz yang kesohorpun!” Lanjutnya lagi.

“Yang pernah mengalami itu dulu cuma Rasul sama Sahabat-sahabatnya sewaktu di kerajaan jin Islam. Mudah-mudahan kamu mendapat berkah dari kejadian ini”

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar

loading...

Download App Kisah Nyata
di Google Playstore