Yang Lucu Juga Ada,Silahkan ditonton yaa.. | Funiest Video

Lintah Besar Masuk Ke Dalam Anus Bocah Kelas 1 SD

Coba kamu bayangkan, bagaimana kalau anak kelas I sekolah dasar duburnya kemasukan lintah. Ini terjadi pada Mohd Farhan Adli Mohd Alpatah. Dokter yang merawatnya sempat dibuat kebingungan.

Dari anus bocah kurus ini kerap keluar darah segar. Bocah berusia tujuh tahun itu kemudian dirujuk untuk dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Baru. Di Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II inilah penyebab keluarnya darah dari anus si bocah ini akhirnya diketahui. / Ternyata ada lintah yang telah tumbuh menjadi sebesar ibu jari yang "menumpang" di anusnya. Sang lintah mengandalkan pasokan makanan dari pembuluh darah di anusnya.


Berita Aneh: Lintah Besar Masuk Ke Dalam Anus Bocah Kelas 1 SD

Itulah hal yang menyebabkan darah segar kerap tercecer di bokongnya. Lintah diduga masuk ke anusnya saat memancing di sebuah rawa dekat rumahnya di Kampung Paya Rambai. Ia menyatakan, pendarahan mulai terjadi sejak saat itu, terutama saat ia buang air besar. “Saya masuk rumah sakit semalam (13/5) setelah mengetahui dubur mengeluarkan darah setelah buang air besar. Kemudian saya memberitahukan kepada ayah dan keluarga sebelum akhirnya saya dirawat dirumah sakit ini”.
“Sebelumnya saya dan tiga orang teman pergi ke rawa dekat rumah untuk menangkap ikan, namun saya tidak menyangka ada lintah masuk ke dalam dubur”, katanya kepada wartawan selepas dijenguk oleh istri Menteri Perdagangan Antarbangsa dan Industri, Datin Seri Khamarzan Ahmed Meah. istri Menteri Perdagangan Antarbangsa dan Industri, Datin Seri Khamarzan Ahmed Meah menjenguk Mohd Farhan Adli di rumah sakit.

Berita Aneh: Lintah Besar Masuk Ke Dalam Anus Bocah Kelas 1 SD

Mohd Farhan Adli Mohd Alpatah mengamati lintah yang dikeluarkan dari anusnya / Mohd Farhan Adli Mohd Alfatah, murid dari Sekolah Kebangsaan Kampung Chengal, Ketereh, kini ia sudah keluar dari rumah sakit setelah lintah berhasil dikeluarkan.

Posisi sembunyi sang lintah terlalu sempurna sehingga dokter agak kesulitan mengeluarkannya sehingga memerlukan observasi yang memakan waktu 2 hari. Kasihan.
Coba kamu bayangkan, bagaimana kalau anak kelas I sekolah dasar duburnya kemasukan lintah. Ini terjadi pada Mohd Farhan Adli Mohd Alpatah. Dokter yang merawatnya sempat dibuat kebingungan.

Dari anus bocah kurus ini kerap keluar darah segar. Bocah berusia tujuh tahun itu kemudian dirujuk untuk dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Baru. Di Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II inilah penyebab keluarnya darah dari anus si bocah ini akhirnya diketahui. / Ternyata ada lintah yang telah tumbuh menjadi sebesar ibu jari yang "menumpang" di anusnya. Sang lintah mengandalkan pasokan makanan dari pembuluh darah di anusnya.


Berita Aneh: Lintah Besar Masuk Ke Dalam Anus Bocah Kelas 1 SD

Itulah hal yang menyebabkan darah segar kerap tercecer di bokongnya. Lintah diduga masuk ke anusnya saat memancing di sebuah rawa dekat rumahnya di Kampung Paya Rambai. Ia menyatakan, pendarahan mulai terjadi sejak saat itu, terutama saat ia buang air besar. “Saya masuk rumah sakit semalam (13/5) setelah mengetahui dubur mengeluarkan darah setelah buang air besar. Kemudian saya memberitahukan kepada ayah dan keluarga sebelum akhirnya saya dirawat dirumah sakit ini”.
“Sebelumnya saya dan tiga orang teman pergi ke rawa dekat rumah untuk menangkap ikan, namun saya tidak menyangka ada lintah masuk ke dalam dubur”, katanya kepada wartawan selepas dijenguk oleh istri Menteri Perdagangan Antarbangsa dan Industri, Datin Seri Khamarzan Ahmed Meah. istri Menteri Perdagangan Antarbangsa dan Industri, Datin Seri Khamarzan Ahmed Meah menjenguk Mohd Farhan Adli di rumah sakit.

Berita Aneh: Lintah Besar Masuk Ke Dalam Anus Bocah Kelas 1 SD

Mohd Farhan Adli Mohd Alpatah mengamati lintah yang dikeluarkan dari anusnya / Mohd Farhan Adli Mohd Alfatah, murid dari Sekolah Kebangsaan Kampung Chengal, Ketereh, kini ia sudah keluar dari rumah sakit setelah lintah berhasil dikeluarkan.

Posisi sembunyi sang lintah terlalu sempurna sehingga dokter agak kesulitan mengeluarkannya sehingga memerlukan observasi yang memakan waktu 2 hari. Kasihan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar