Jangan Ngambek yang berkepanjangan terhadap orang yang kamu kasihi


Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tua nya bersama kami,malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah,saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama. Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya,dia adalah satu-satunya harapan nenek,nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah. Saya terus mengangguk tanda setuju,kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek,agar dia dapat berjemur,menanam bunga dan sebagainya.Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari,tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkatsaya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata:"Mari,kita jemput nenek di kampung". Suami berbadan tinggi besar,aku suka sekali menyandarkan kepalaku kedadanya yg bidang,ada suatu perasaan nyaman dan aman disana.Aku sepertisebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalamkantongnya.Kalau terjadi selisih paham diantara kami,dia suka tiba-tibamengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai akuberteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saatseperti itu. Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah.Aku suka sekali menghias rumahdengan bunga segar,sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkatakepada suami:"Istri kamu hidup foya-foya ,buat apa beli bunga? Kan bungatidak bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek:"Ibu,rumah denganbunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebihgembira."Nenek berlalu sambil mendumel,suamiku berkata sambiltertawa:"Ibu,ini kebiasaan orang kota ,lambat laun ibu akan terbiasajuga." Nenek tidak protes lagi,tetapi setiap kali melihatku pulang sambilmembawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa hargabunga itu,setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambilmenggeleng- gelengkan kepala.Setiap membawa pulang barang belanjaan,diaselalu tanya itu berapa harganya, ini berapa. Setiap aku jawab,diaselalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambilberkata:"Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yangsebenarnya." Lambat laun,keharmonisan dalam rumah tanggaku mulaiterusik Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkansarapan pagi untuk dia sendiri,di mata nenek seorang anak laki- lakimasuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan.Di meja makan,wajahnenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya.Nenekselalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dansendok,itulah cara dia protes. Aku adalah instrukstur tari,seharian terus menari membuat badanku sangatletih,aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagiapalagi disaat musim dingin.Nenek kadang juga suka membantuku didapur,tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot,misalnya;dia sukamenyimpan semua kantong- kantong bekas belanjaan,dikumpulkan bisa untukdijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantongplastik,dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulankantong plastik. Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairanpencuci,agar supaya dia tidak tersinggung,aku selalu mencucinya sekalilagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari,nenek mendapati aku sedangmencuci piring malam harinya,dia segera masukke kamar sambil membantingpintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah,malam itu kami tidur sepertiorang bisu,aku coba bermanja-manja dengan dia,tetapi dia tidakperduli.Aku menjadi kecewa dan marah."Apa salahku?" Dia melotot sambilberkata:"Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itubisa membuatmu mati?" Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama,suasanamejadi kaku.Suamiku menjadi sangat kikuk,tidak tahu harus berpihak padasiapa?Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur,setiap pagi diaselalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya,suatukebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan denganlahap,dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihatpadaku,seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri? Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu,aku selalu membelimakanan diluar pada saat berangkat kerja.Saat tidur,suami berkata:"Ludi,apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehinggakamu tidak pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkatatanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan diaakhirnya berkata:"Anggaplah ini sebuah permintaanku,makanlah bersamakami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serbacanggung itu. Pagi itu nenek memasak bubur,kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatuperasaan yg sangat mual menimpaku,seakan- akan isi perut mau keluarsemua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi,sampai disana akusegera mengeluarkan semua isi perut.Setelah agak reda,aku melihatsuamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinarmata yg tajam,diluar sana terdengar suara tangisan nenek danberkata- kata dengan bahasa daerahnya.Aku terdiam dan terbengong tanpabisa berkata- kata.Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!. Pertama kali dalam perkawinanku,aku bertengkar hebat dengansuamiku,nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh......suamiku segera mengejarnya keluar rumah. Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek. Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak jugameneleponku.Aku sangat kecewa,semenjak kedatangan nenek di rumah ini,akusudah banyak mengalah,mau bagaimana lagi?Entah kenapa aku selalu merasamual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahkuyang kacau,sungguh sangat menyebalkan.Akhirnya teman sekerjakuberkata:"Lu Di,sebaiknya kamu periksa ke dokter."Hasil pemeriksaanmenyatakan aku sedang hamil.Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagiitu.Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan.Mengapa suami dannenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu? Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku,3 hari tidak bertemu diaberubah drastis,muka kusut kurang tidur,aku ingin segera berlalu tetapirasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya.Dia melihat ke arahkutetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi,pandangan matanya penuh dengankebencian dan itu melukaiku.Aku berkata pada diriku sendiri,jangan lagimelihatnya dan segera memanggil taksi.Padahal aku ingin memberitahunyabahwa kami akan segera memiliki seorang anak.Dan berharap aku akandiangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampuntetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan.Didalam taksi air matakumengalir dengan deras.Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangatburuk? Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwatadi,memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian,aku menangisdengan sedihnya.Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci,akumenyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedangmengambil uang dan buku tabungannya.Aku nenatapnya dengan dingin tanpaberkata- kata.Dia seperti tidak melihatku saja dan segeraberlalu.Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku.Sungguhlelaki yg sangat picik,dalam saat begini dia masih bisa membedakanantara cinta dengan uang.Aku tersenyum sambil menitikan air mata. Aku tidak masuk kerja keesokan harinya,aku ingin secepatnya membereskanmasalah ini,aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinyadi kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatkudengan wajah bingung."Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaanlalu lintas dan sedang berada di rumah sakit.Mulutku terbuka lebar.Akusegera menuju rumah sakit dan saat menemukannya,nenek sudahmeninggal.Suamiku tidak pernah menatapku,wajahnya kaku.Aku memandangjasad nenek yg terbujur kaku.Sambil menangis aku menjerit dalamhati:"Tuhan,mengapa ini bisa terjadi?" Sampai selesai upacara pemakaman,suamiku tidak pernah bertegur sapadenganku,jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengankebencian.Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain,pagiitu nenek berjalan ke arah terminal,rupanya dia mau kembali kekampung.Suamiku mengejar sambil berlari,nenek juga berlari makin cepatsampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang.Akubaru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian.Jika akutidak muntah pagi itu,jika kami tidak bertengkar,jika............dimatanya,akulah penyebab kematian nenek. Suamiku pindah ke kamar nenek,setiap malam pulang kerja dengan badanpenuh dengan bau asap rokok dan alkohol.Aku merasa bersalah tetapi jugamerasa harga diriku terinjak- injak.Aku ingin menjelaskan bahwa semua inibukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyaianak.Tetapi melihat sinar matanya,aku tidak pernah menjelaskan masalahini.Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukansalahku.Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapiseperti tidak mengenal satu sama lain.Dia pulang makin larutmalam.Suasana tegang didalam rumah. Suatu hari,aku berjalan melewati sebuah caf?,melalui keremangan lampudan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanitadidalam.Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra.Aku tertegundan mengerti apa yg telah terjadi.Aku masuk kedalam dan berdiri di depanmereka sambil menatap tajam kearahnya.Aku tidak menangis juga tidakberkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa.Sang gadismelihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu.Tetapi dicegaholeh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidakkalah tajam dariku.Suara detak jangtungku terasa sangat keras,setiapdetak suara seperti suara menuju kematian.Akhirnya aku mengalah danberlalu dari hadapan mereka,jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersamabayiku dihadapan mereka. Malam itu dia tidak pulang ke rumah.Seakan menjelaskan padaku apa yangtelah terjadi.Sepeninggal nenek,rajutan cinta kasih kami juga sepertinyatelah berakhir.Dia tidak kembali lagi ke rumah,kadang sewaktu pulang kerumah,aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar.Aku tahu dia kembalimengambil barang- barang keperluannya.Aku tidak ingin menelepon diawalaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semuaini.Tetapi itu tidak terjadi.........,semua berlalu begitu saja. Aku mulai hidup seorang diri,pergi check kandungan seorang diri.Setiapkali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama,hatiini serasa hancur.Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayiini,tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankanmiliknya.Hitung- hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidakbersalah. Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu.Ruanganpenuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja,tidak perlutanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri,aku sudah bisamengontrol emosi.Sambil membuka mantel dan topi aku berkatakepadanya:"Tunggu sebentar,aku akan segera menanda tanganinya".Diamelihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku.Aku berkatapada diri sendiri,jangan menangis,jangan menangis.Mata ini terasa sakitsekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.Selesaimembuka mantel,aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikanperutku yg agak membuncit.Sambil duduk di kursi,aku menanda tanganisurat itu dan menyodorkan kepadanya."Lu di,kamu hamil?" Semenjak nenekmeninggal,itulah pertama kali dia berbicara kepadaku.Aku tidak bisa lagimembendung air mataku yg menglir keluar dengan derasnya.Akumenjawab:"Iya,tetapi tidak apa-apa.Kamu sudah boleh pergi".Dia tidakpergi,dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan.Perlahan-lahandia membungkukan badanya ke tanganku,air matanya terasa menembus lenganbajuku.Tetapi di lubuk hatiku,semua sudah berlalu,banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali. Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkanaku,maafkan aku".Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidakbisa.Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cintadiantara kami telah ada sebuah luka yg menganga.Semua ini adalah sebuahakibat kesengajaan darinya. Berharap dinding es itu akan mencair,tetapi yang telah berlalu tidakakan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku,aku bisa bertahanuntuk terus hidup.Terhadapnya,hatiku dingin bagaikan es,tidak pernahmenyentuh semua makanan pembelian dia,tidak menerima semua hadiahpemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya.Sejak menanda tanganisurat itu,semua cintaku padanya sudah berlalu,harapanku telah lenyaptidak berbekas. Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku,aku segeraberlalu ke ruang tamu,dia terpaksa kembali ke kamar nenek.Malamhari,terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidakperduli.Itu adalah permainan dia dari dulu.Jika aku tidak perdulipadanya,dia akan berpura- pura sakit sampai aku menghampirinya danbertanya apa yang sakit.Dia lalu akan memelukku sambil tertawaterbahak-bahak.Dia lupa........,itu adalah dulu, saat cintaku masihmembara, sekarang apa lagi yg aku miliki? Begitu seterusnya,setiap malam aku mendengar suara orang mengerangsampai anakku lahir.Hampir setiap hari dia selalu membeli barang- barangperlengkapan bayi,perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untukanak- anak.Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak denganbarang-barang.Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidakbergeming.Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar,malam hari darikamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer.Mungkin dialagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku.Bagikuitu bukan lagi suatu masalah. Suatu malam di musim semi,perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan akuberteriak dengan suara yg keras.Dia segera berlari masuk kekamar,sepertinya dia tidak pernah tidur.Saat inilah yg ditunggu-tungguolehnya.Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumahsakit.Sepanjang jalan,dia mengenggam dengan erat tanganku,menghapuskeringat dingin yg mengalir di dahiku.Sampai di rumah sakit,aku segeradigendongnya menuju ruang bersalin.Di punggungnya yg kurus kering,akuterbaring dengan hangat dalam dekapannya.Sepanjang hidupku,siapa lagi ygmencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia? Sampai dipintu ruang bersalin,dia memandangku dengan tatapan penuh kasihsayang saat aku didorong menuju persalinan,sambil menahan sakit akumasih sempat tersenyum padanya.Keluar dari ruang bersalin,dia memandangaku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyumbahagia.Aku memegang tanganya,dia membalas memandangku denganbahagia,tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai.Aku berteriakhisteris memanggil namanya. Setelah sadar,dia tersenyum tetapi tidak bisa membukamatanya.........aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutirair matapun untuknya,tetapi kenyataannya tidak demikian,aku tidak pernahmerasakan sesakit saat ini.Kata dokter,kanker hatinya sudah sampai padastadium mematikan,bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuahmukjijat.Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu katadokter,bersiap- siaplah menghadapi kemungkinan terburuk.Aku tidak lagiperduli dengan nasehat perawat,aku segera pulang ke rumah dan ke kamarnenek lalu menyalakan komputer. Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya,akumasih berpikir dia sedang bersandiwara............Sebuah surat yg sangatpanjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami."Anakku,demidirimu aku terus bertahan,sampai aku bisa melihatmu.Itu adalahharapanku.Aku tahu dalam hidup ini,kita akan menghadapi semua bentukkebahagiaan dan kekecewaan,sungguh bahagia jika aku bisa melaluinyabersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu.Didalamkomputer ini,ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segalakemungkinan hidup yg akan kamu hadapi.Kamu boleh mempertimbangkan saranayah. "Anakku,selesai menulis surat ini,ayah merasa telah menemanimu hidupselama bertahun -tahun.Ayah sungguh bahagia.Cintailah ibumu,dia sungguhmenderita,dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang ygpaling ayah cintai".Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK,SD,SMP,SMA sampaikuliah,semua tertulis dengan lengkap didalamnya.Dia juga menulis sebuahsurat untukku."Kasihku,dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia akurasakan dalam hidup ini.Maafkan salahku,maafkan aku tidak pernahmemberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kitaterganggu oleh karenanya.Kasihku,jika engkau menangis sewaktu membacasurat ini, berarti kau telah memaafkan aku.Terima kasih atas cintamupadaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untukmemberikannyapada anak kita. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahundalam perjalanan hidupnya". Kembali ke rumah sakit,suamiku masih terbaring lemah.Aku menggendonganak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambilberkata:"Sayang,bukalah matamu sebentar saja,lihatlah anak kita.Aku maudia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya".Dengan susahpayah dia membuka matanya,tersenyum..............anak itu tetap dalamdekapannya,dengan tanganya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurusdan lemah.Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengankamera di tangan sambil berurai air mata.................... Teman2 terkasih, aku sharing cerita ini kepada kalian agar kita semuabisa menyimak pesan dari cerita ini. Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini :"Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantarakalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalamhati.Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan:Jikakita tahu besok adalah hari kiamat,apakah kita akan menyesali semua halyg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanyamenjadi terlambat,pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelumkita menyesalinya seumur hidup.

Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tua nya bersama kami,malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah,saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama. Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya,dia adalah satu-satunya harapan nenek,nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah. Saya terus mengangguk tanda setuju,kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek,agar dia dapat berjemur,menanam bunga dan sebagainya.Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari,tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkatsaya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata:"Mari,kita jemput nenek di kampung". Suami berbadan tinggi besar,aku suka sekali menyandarkan kepalaku kedadanya yg bidang,ada suatu perasaan nyaman dan aman disana.Aku sepertisebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalamkantongnya.Kalau terjadi selisih paham diantara kami,dia suka tiba-tibamengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai akuberteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saatseperti itu. Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah.Aku suka sekali menghias rumahdengan bunga segar,sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkatakepada suami:"Istri kamu hidup foya-foya ,buat apa beli bunga? Kan bungatidak bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek:"Ibu,rumah denganbunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebihgembira."Nenek berlalu sambil mendumel,suamiku berkata sambiltertawa:"Ibu,ini kebiasaan orang kota ,lambat laun ibu akan terbiasajuga." Nenek tidak protes lagi,tetapi setiap kali melihatku pulang sambilmembawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa hargabunga itu,setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambilmenggeleng- gelengkan kepala.Setiap membawa pulang barang belanjaan,diaselalu tanya itu berapa harganya, ini berapa. Setiap aku jawab,diaselalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambilberkata:"Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yangsebenarnya." Lambat laun,keharmonisan dalam rumah tanggaku mulaiterusik Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkansarapan pagi untuk dia sendiri,di mata nenek seorang anak laki- lakimasuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan.Di meja makan,wajahnenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya.Nenekselalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dansendok,itulah cara dia protes. Aku adalah instrukstur tari,seharian terus menari membuat badanku sangatletih,aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagiapalagi disaat musim dingin.Nenek kadang juga suka membantuku didapur,tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot,misalnya;dia sukamenyimpan semua kantong- kantong bekas belanjaan,dikumpulkan bisa untukdijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantongplastik,dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulankantong plastik. Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairanpencuci,agar supaya dia tidak tersinggung,aku selalu mencucinya sekalilagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari,nenek mendapati aku sedangmencuci piring malam harinya,dia segera masukke kamar sambil membantingpintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah,malam itu kami tidur sepertiorang bisu,aku coba bermanja-manja dengan dia,tetapi dia tidakperduli.Aku menjadi kecewa dan marah."Apa salahku?" Dia melotot sambilberkata:"Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itubisa membuatmu mati?" Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama,suasanamejadi kaku.Suamiku menjadi sangat kikuk,tidak tahu harus berpihak padasiapa?Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur,setiap pagi diaselalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya,suatukebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan denganlahap,dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihatpadaku,seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri? Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu,aku selalu membelimakanan diluar pada saat berangkat kerja.Saat tidur,suami berkata:"Ludi,apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehinggakamu tidak pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkatatanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan diaakhirnya berkata:"Anggaplah ini sebuah permintaanku,makanlah bersamakami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serbacanggung itu. Pagi itu nenek memasak bubur,kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatuperasaan yg sangat mual menimpaku,seakan- akan isi perut mau keluarsemua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi,sampai disana akusegera mengeluarkan semua isi perut.Setelah agak reda,aku melihatsuamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinarmata yg tajam,diluar sana terdengar suara tangisan nenek danberkata- kata dengan bahasa daerahnya.Aku terdiam dan terbengong tanpabisa berkata- kata.Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!. Pertama kali dalam perkawinanku,aku bertengkar hebat dengansuamiku,nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh......suamiku segera mengejarnya keluar rumah. Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek. Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak jugameneleponku.Aku sangat kecewa,semenjak kedatangan nenek di rumah ini,akusudah banyak mengalah,mau bagaimana lagi?Entah kenapa aku selalu merasamual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahkuyang kacau,sungguh sangat menyebalkan.Akhirnya teman sekerjakuberkata:"Lu Di,sebaiknya kamu periksa ke dokter."Hasil pemeriksaanmenyatakan aku sedang hamil.Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagiitu.Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan.Mengapa suami dannenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu? Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku,3 hari tidak bertemu diaberubah drastis,muka kusut kurang tidur,aku ingin segera berlalu tetapirasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya.Dia melihat ke arahkutetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi,pandangan matanya penuh dengankebencian dan itu melukaiku.Aku berkata pada diriku sendiri,jangan lagimelihatnya dan segera memanggil taksi.Padahal aku ingin memberitahunyabahwa kami akan segera memiliki seorang anak.Dan berharap aku akandiangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampuntetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan.Didalam taksi air matakumengalir dengan deras.Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangatburuk? Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwatadi,memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian,aku menangisdengan sedihnya.Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci,akumenyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedangmengambil uang dan buku tabungannya.Aku nenatapnya dengan dingin tanpaberkata- kata.Dia seperti tidak melihatku saja dan segeraberlalu.Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku.Sungguhlelaki yg sangat picik,dalam saat begini dia masih bisa membedakanantara cinta dengan uang.Aku tersenyum sambil menitikan air mata. Aku tidak masuk kerja keesokan harinya,aku ingin secepatnya membereskanmasalah ini,aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinyadi kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatkudengan wajah bingung."Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaanlalu lintas dan sedang berada di rumah sakit.Mulutku terbuka lebar.Akusegera menuju rumah sakit dan saat menemukannya,nenek sudahmeninggal.Suamiku tidak pernah menatapku,wajahnya kaku.Aku memandangjasad nenek yg terbujur kaku.Sambil menangis aku menjerit dalamhati:"Tuhan,mengapa ini bisa terjadi?" Sampai selesai upacara pemakaman,suamiku tidak pernah bertegur sapadenganku,jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengankebencian.Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain,pagiitu nenek berjalan ke arah terminal,rupanya dia mau kembali kekampung.Suamiku mengejar sambil berlari,nenek juga berlari makin cepatsampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang.Akubaru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian.Jika akutidak muntah pagi itu,jika kami tidak bertengkar,jika............dimatanya,akulah penyebab kematian nenek. Suamiku pindah ke kamar nenek,setiap malam pulang kerja dengan badanpenuh dengan bau asap rokok dan alkohol.Aku merasa bersalah tetapi jugamerasa harga diriku terinjak- injak.Aku ingin menjelaskan bahwa semua inibukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyaianak.Tetapi melihat sinar matanya,aku tidak pernah menjelaskan masalahini.Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukansalahku.Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapiseperti tidak mengenal satu sama lain.Dia pulang makin larutmalam.Suasana tegang didalam rumah. Suatu hari,aku berjalan melewati sebuah caf?,melalui keremangan lampudan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanitadidalam.Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra.Aku tertegundan mengerti apa yg telah terjadi.Aku masuk kedalam dan berdiri di depanmereka sambil menatap tajam kearahnya.Aku tidak menangis juga tidakberkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa.Sang gadismelihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu.Tetapi dicegaholeh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidakkalah tajam dariku.Suara detak jangtungku terasa sangat keras,setiapdetak suara seperti suara menuju kematian.Akhirnya aku mengalah danberlalu dari hadapan mereka,jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersamabayiku dihadapan mereka. Malam itu dia tidak pulang ke rumah.Seakan menjelaskan padaku apa yangtelah terjadi.Sepeninggal nenek,rajutan cinta kasih kami juga sepertinyatelah berakhir.Dia tidak kembali lagi ke rumah,kadang sewaktu pulang kerumah,aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar.Aku tahu dia kembalimengambil barang- barang keperluannya.Aku tidak ingin menelepon diawalaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semuaini.Tetapi itu tidak terjadi.........,semua berlalu begitu saja. Aku mulai hidup seorang diri,pergi check kandungan seorang diri.Setiapkali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama,hatiini serasa hancur.Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayiini,tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankanmiliknya.Hitung- hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidakbersalah. Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu.Ruanganpenuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja,tidak perlutanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri,aku sudah bisamengontrol emosi.Sambil membuka mantel dan topi aku berkatakepadanya:"Tunggu sebentar,aku akan segera menanda tanganinya".Diamelihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku.Aku berkatapada diri sendiri,jangan menangis,jangan menangis.Mata ini terasa sakitsekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.Selesaimembuka mantel,aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikanperutku yg agak membuncit.Sambil duduk di kursi,aku menanda tanganisurat itu dan menyodorkan kepadanya."Lu di,kamu hamil?" Semenjak nenekmeninggal,itulah pertama kali dia berbicara kepadaku.Aku tidak bisa lagimembendung air mataku yg menglir keluar dengan derasnya.Akumenjawab:"Iya,tetapi tidak apa-apa.Kamu sudah boleh pergi".Dia tidakpergi,dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan.Perlahan-lahandia membungkukan badanya ke tanganku,air matanya terasa menembus lenganbajuku.Tetapi di lubuk hatiku,semua sudah berlalu,banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali. Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkanaku,maafkan aku".Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidakbisa.Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cintadiantara kami telah ada sebuah luka yg menganga.Semua ini adalah sebuahakibat kesengajaan darinya. Berharap dinding es itu akan mencair,tetapi yang telah berlalu tidakakan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku,aku bisa bertahanuntuk terus hidup.Terhadapnya,hatiku dingin bagaikan es,tidak pernahmenyentuh semua makanan pembelian dia,tidak menerima semua hadiahpemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya.Sejak menanda tanganisurat itu,semua cintaku padanya sudah berlalu,harapanku telah lenyaptidak berbekas. Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku,aku segeraberlalu ke ruang tamu,dia terpaksa kembali ke kamar nenek.Malamhari,terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidakperduli.Itu adalah permainan dia dari dulu.Jika aku tidak perdulipadanya,dia akan berpura- pura sakit sampai aku menghampirinya danbertanya apa yang sakit.Dia lalu akan memelukku sambil tertawaterbahak-bahak.Dia lupa........,itu adalah dulu, saat cintaku masihmembara, sekarang apa lagi yg aku miliki? Begitu seterusnya,setiap malam aku mendengar suara orang mengerangsampai anakku lahir.Hampir setiap hari dia selalu membeli barang- barangperlengkapan bayi,perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untukanak- anak.Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak denganbarang-barang.Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidakbergeming.Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar,malam hari darikamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer.Mungkin dialagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku.Bagikuitu bukan lagi suatu masalah. Suatu malam di musim semi,perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan akuberteriak dengan suara yg keras.Dia segera berlari masuk kekamar,sepertinya dia tidak pernah tidur.Saat inilah yg ditunggu-tungguolehnya.Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumahsakit.Sepanjang jalan,dia mengenggam dengan erat tanganku,menghapuskeringat dingin yg mengalir di dahiku.Sampai di rumah sakit,aku segeradigendongnya menuju ruang bersalin.Di punggungnya yg kurus kering,akuterbaring dengan hangat dalam dekapannya.Sepanjang hidupku,siapa lagi ygmencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia? Sampai dipintu ruang bersalin,dia memandangku dengan tatapan penuh kasihsayang saat aku didorong menuju persalinan,sambil menahan sakit akumasih sempat tersenyum padanya.Keluar dari ruang bersalin,dia memandangaku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyumbahagia.Aku memegang tanganya,dia membalas memandangku denganbahagia,tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai.Aku berteriakhisteris memanggil namanya. Setelah sadar,dia tersenyum tetapi tidak bisa membukamatanya.........aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutirair matapun untuknya,tetapi kenyataannya tidak demikian,aku tidak pernahmerasakan sesakit saat ini.Kata dokter,kanker hatinya sudah sampai padastadium mematikan,bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuahmukjijat.Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu katadokter,bersiap- siaplah menghadapi kemungkinan terburuk.Aku tidak lagiperduli dengan nasehat perawat,aku segera pulang ke rumah dan ke kamarnenek lalu menyalakan komputer. Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya,akumasih berpikir dia sedang bersandiwara............Sebuah surat yg sangatpanjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami."Anakku,demidirimu aku terus bertahan,sampai aku bisa melihatmu.Itu adalahharapanku.Aku tahu dalam hidup ini,kita akan menghadapi semua bentukkebahagiaan dan kekecewaan,sungguh bahagia jika aku bisa melaluinyabersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu.Didalamkomputer ini,ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segalakemungkinan hidup yg akan kamu hadapi.Kamu boleh mempertimbangkan saranayah. "Anakku,selesai menulis surat ini,ayah merasa telah menemanimu hidupselama bertahun -tahun.Ayah sungguh bahagia.Cintailah ibumu,dia sungguhmenderita,dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang ygpaling ayah cintai".Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK,SD,SMP,SMA sampaikuliah,semua tertulis dengan lengkap didalamnya.Dia juga menulis sebuahsurat untukku."Kasihku,dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia akurasakan dalam hidup ini.Maafkan salahku,maafkan aku tidak pernahmemberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kitaterganggu oleh karenanya.Kasihku,jika engkau menangis sewaktu membacasurat ini, berarti kau telah memaafkan aku.Terima kasih atas cintamupadaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untukmemberikannyapada anak kita. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahundalam perjalanan hidupnya". Kembali ke rumah sakit,suamiku masih terbaring lemah.Aku menggendonganak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambilberkata:"Sayang,bukalah matamu sebentar saja,lihatlah anak kita.Aku maudia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya".Dengan susahpayah dia membuka matanya,tersenyum..............anak itu tetap dalamdekapannya,dengan tanganya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurusdan lemah.Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengankamera di tangan sambil berurai air mata.................... Teman2 terkasih, aku sharing cerita ini kepada kalian agar kita semuabisa menyimak pesan dari cerita ini. Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini :"Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantarakalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalamhati.Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan:Jikakita tahu besok adalah hari kiamat,apakah kita akan menyesali semua halyg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanyamenjadi terlambat,pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelumkita menyesalinya seumur hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar